Sabtu, 08 Desember 2012

Mendistribusikan Produk dengan Cepat dan Efisien

MUNCULNYA PERANTARA PEMASARAN
PERANTARA PEMASARAN (MARKETING INTERMEDIARIES),
dulu disebut middlemen, adalah organisasi-organisasi yang membantu memindahkan barang dan jasa dari produsen ke pengguna bisnis dan pengguna akhir. Mereka disebut perantara karena berada diantara sekelompok organisasi yang bergabung untuk membantu mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen. Saluran distribusi (channel of distribution) terdiri atas seluruh perantara pemasaran, seperti agon, calo, perantara grosir, dan perantara ritel, yang bergabung untuk memindahkan dan menyimpan barang dijalur (atau saluran) dan produsen kekonsumen. Agen / calo (agents/broker) adalah perantara pemasaran yang mempertemukan pembeli dan penjual dan membantu dalam merundingkan sebuah transaksi, tetapi tidak mengambil kepemilikan barang. Peritel (retailer) adalah organisasi yang menjual pada konsumen akhir (yaitu orang seperti Anda dan saya).
Saluran distribusi membantu memastikan arus komunikasi dan arus uang dan kepemilikan atas barang. Mereka juga membantu memastikan bahwa jumlah dan jenis barang yang tepat akan tersedia di waktu dan tempat yang tepat.

MENGAPA PEMASARAN MEMERLUKAN PERANTARA
Mengapa tidak selalu memerlukan perantara pemasaran untuk menjual barang – barangnya kepada konsumen dan pembeli bisnis. Menunjukan bahwa beberapa perusahaan menjual langsung kepada pembeli. Jadi, mengapa masih ada perantara pemasaran? Jawabannya adalah perantara melakukan tugas – tugas pemasaran tertentu seperti pemindahan, penyimpanan, penjualan, periklanan, membangun relasi secara lebih cepat dan murah disbanding yang dapat dilakukan kebanyakan produsen.

NILAI VERSUS BIAYA PERANTARA
Perantara pemasaran selalu dipandang public dengan curiga. Beberapa surve menunjukkan bahwa sekitar setengah dari biaya barang-barang yang kita beli adalah biaya-biaya pemasaran yang sebagian besar ditunjukan untuk membayar kerja perantara.

UTILITAS YANG DICIPTAKAN PERANTARA
Utilitas (utility), dalam ilmu ekonomi, adalah kemampuan memuaskan keinginan, atau nilai yang ditambahkan organisasi pada barang atau jasa saat produksi dibuat menjadi lebih berguna atau lebih mudah diakses konsumen disbanding sebelumnya. Ada enam utilitas yang ditambahkan : bentuk, waktu, tempat kepemilikan, informasi, dan layanan.
Utilitas Waktu
Utilitas waktu (time utility) adalah menambahkan nilai pada produk dengan cara membuat produk-produk tersebut tersedia saat dibutuhkan.
Utilitas Tempat
Utilitas tempat (place utility) adalah menambahkan nilai pada produk dengan cara menaruh barang ditempat orang- orang menginginkannya.
Utilitas Kepemilikan
Utilitas kepemilikan adalah melakukan apa pun yang perlu untuk memindahkan kepemilikan dari satu pihak kepihak yang lain, termasuk memberikan kredit, pengantaran, pemasangan, jaminan, dan layanan lanjutan.
Utilitas Informasi
Utilitas informasi adalah menambahkan nilai pada produk dengan cara membuka arus informasi dua arah antarpeserta pemasaran.
Utilitas Layanan
Utilitas layanan adalah menambahkan nilai dengan cara menyediakan layanan yang cepat dan rama selama dan setelah penjualan dan dengan cara mengajarkan pelayanan bagaimana cara terbaik menggunakan produk dengan berlalunya waktu.

PERANTARA GROSIRAN
PERANTARA GROSIR
Pedagang grosir (merchant wholesalers) adalah perusahaan – perusahaan independen yang mengambil alih kepemilikan atas barang – barang yang mereka distribusikan.
Rack jobbers mengisi rak-rak penuh dengan barang dagangan bagi peritel, memajang produk, dan menjual atas dasar konsinyasi.
Pedagang grosir bayar dan bawa (cash-and-carry wholesalers) terutama melayani paritel-paritel berukuran kecil dengan jenis produk yang lebih terbatas.
Drop shippers meminta pesanan dari para peritel dan perantara grosir lainnya dan lalu mengatur agar barang dagangan diantara langsung dari produsen ke pembeli.

AGEN DAN CALO
Agen dan calo mempertemukan pembeli danpenjual dan membantu dalam negosiasi transaksi.

PERANTARA RITEL
Pasar swalayan merupakan sebuah took retell. Peritel, ingatlah, merupakan perantara pemasaran yang menjual pada konsumen akhir. Amerika Serikat memiliki sekitar 2.3 juta toko ritel. Ini belum termasuk situs-situs ritel di internet.
Strategi Distribusi Ritel
Distribusi intensif (intensive distribution) adalah distribusi yang meletakkan produk di sebanyak gerai ritel, termasuk mesin penjajah(vending machines).
Distribusi selektif (selective distribution) adalah pengguna hanya sekelompok paritel yang diistimewakan di satu wilayah.
Distribusi eksklusif (exclusive distribution) adalah distribusi yang mengirimkan prokuk hanya ke satu toko ritel di wilayah geografis tertentu.

Paritel Tanpa Toko
Kategori – kategori lainnya dari paritel tanpa toko termasuk telemarketing, mesin penjaja, kios, dan kereta; penjualan langsung; penjualan bertingkat; dan pemasaran langsung.
Ritel Elektronis
Ritel elektronis (electronic retailing) adalah penjualan barangdan jasa kepada konsumen – konsumen akhir (yaitu Anda dan saya) lewat internet.
Telemarketing
Telemarketing adalah penjual barang dan jasa melalui telepon.
Mesin Penjaja, Kios, dan Kereta
Mesin penjaja memiliki manfaat lokasi dapat ditemukan di bandara, gedung perkantoran, sekolah, SPBU, dan tempat-tempat lain yang orang menginginkan barang setiap hari.
Penjualan Langsung
Penjualan langsung (direct selling) adalah menjual kepada konsumen di rumah atau di tempat kerja mereka.
Pemasaran Langsung
Pemasaran langsung (direct marketing) adalah setiap aktivitas yang secara langsung menghubungkan produsen atau perantara dengan konsumen akhir.
 
MEMBANGUN KERJA SAMA DALAM SISTEM SALURAN
Sistem Distribusi Korporat
Sistem Distribusi Korporat (corporate distribution system) adalah satu sitem yang seluruh organisasi dalam saluran distribusi dimiliki oleh satu perusahaan.
Sistem Distribusi Kontrak
Sistem distribusi kontrak (contractual distribution system) adalah sebuah system yang para anggotanya diikat untuk berkerja sama melalui perjanjian kontrak.
Sistem Distribusi yang Diatur
System distribusi yang diatur (administered distribution system) adalah suatu system di mana para produsen mengelola seluruh fungsi – fungsi pemasaran di tingkat ritel.
Rantai Persediaan
Rantai persediaan (supply chain) urutan aktivitas-aktivitas yang saling berkaitan yang dilakukan oleh berbagai organisasi memindahkan barang dan jasa dari sumber bahan mentah sampai ke konsumen akhir.

LAHIRNYA LOGISTIK
Logistik adalah aktivitas pemasaran yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian arus fisik bahan-bahan, barang jadi, dan informasi terkait dari titik awal sampai titik konsumsi untuk memenuhi permintaan pelanggan dengan memperoleh laba.

Mengembangkan dan Menentukan Harga Produk dan Jasa

Dalam pengembangan produk dan penawaran produk total diketahui apabila kualitas yang bagus pada harga yang wajar, saat konsumen menghitung nilai-nilai dari satu produk mereka melihat manfaat-mnfaatnya dan menguranginya dengan biaya-biaya untuk melihat apakah manfaatnya melibihi biayanya hal tersebut biasa disebut dengan Nilai. Penawaran Produk Total merupakan segala hal yang dievaluasi konsumen saat memutuskan apakah ia akan membeli barang tersebut biasa disebut dengan paket nilai.
Perusahaan biasanya tidak hanya menjual satu produk tetapi bermacam produk tetapi salang melengkapi. Lini Produksi adalah sekelompok produk yang secara fisik sama atau pasar serupa. Ada juga Bauran Produk adalah kombinasi dari seluruh lini produk yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan manufaktur.

Differensial produk adalah penciptaan perbedaan-perbedaan produk, baik yang nyata maupun yang dipresepsikan. Beberapa percobaan telah dilakukan untuk membuat klasifikasi barang konsumsi jasa diantaranya adalah :
1. Barang dan Jasa sehari-hari adalah produk-produk yang sering ingin dibeli konsumen dan dengan usaha yang minimal.
2. Barang dan Jasa Khusus adalah produk konsumen dengan karakteristik dan identitas merk unik, karena produk-produk ini dianggap tidak memiliki barang pengganti yang sesuai, konsumen melakukan usaha-usaha khusus untuk membelinya.
3. Barang dan Jasa Perbelanjaan adalah produk-produk yang dibeli konsumen hanya setelah membandingakan nilai, kualitas, harga, dan model dari berbagai penjual.
4. Barang dan Jasa Tidak Terduga adalah produk-produk yang tidak didasari keberadaannya oleh konsumen, tidak terpikir untuk membelinya, atau yang tiba-tiba diperlukan untuk memecahkan suatu masalah yang tidak terduga.

Pemasaran barang dan jasa Industri dengan menjual barang-barang yang digunakan untuk memproduksi produk lainnya barang ini biasanya disebut dengan barang industri atau barang bisnis. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah merek dan merek dagang. Merek adalah sebuah nama, simbol, atau (atau kombinasi hal-hal tersebut)yang mengidentifikasi barang atau jasa dari atu penjual ke kelompok penjual dan membedakan barang dan jasa pesaing. Merek dagang adalah sebuah merek dagang yang telah diberi perlindungan hukum eksklusif, baik untuk nama merknya, maupun untuk rancangan gambarnya.
Beberapa merek kategori merek yang sudah kita kenal yaitu nama merek produsen, merek diler atau lebel privat. Nama lain dari produsen yang mendistribusikan produknya secara nasional biasa disebut dengan nama merek produsen. Sedangkan pengertian dari merek diler adalh produk-produk yang tidak menyandang nama produsen, tetapi membawa nama ditributor. Barang generik adalah produk-produk tanpa merek yang biasanya dijual dengan diskon besar dibandingkan dengn merek biasa atau privat. Adapun barang dengan merek palsu yaitu tiruan ilegal dari barang-barang merek nasional.
Tujuan utama dari pemasar dimasa depan adalh menciptakan kembali ekuitas merek yaitu kombinasi faktor-faktor seperti kesadarn, kesetiaan, anggapan ekuitas, citra, dan emosiyang diasosiasikan dengan nama dan merek tertentu. Tingkatan sampai dimana pelanggan meras puas, menyukai merek tersebut, dan berkomitmen untuk melakukan pembelian lagi hal ini biasa disebut dengan kesediaan merek. Dalam kesadaran merek dijelaskan bahwa seberapa cepat atau mudah nama merek tertentu timbul dalam pikiran saat satu kategori produk disebutkan.
Nama, simbol, dan slogan yang digunakan satu perusahaan dapat sangat membantu dalam pengenalan merek produk-produk tersebut. Asosiasi merek merupakan pengertian dari satu merek terhadap citra-citra yang menguntungkan. Seorang menejer merek biasa disebut dengan menejer produk perusahaan. Menejer merek adalah seorang menejer yang memiliki tanggung jawab langsung atas satu merek atau satu produk di beberapa perusaan.

Proses pengembangn produk baru perlu diadakan seleksi produk merupakan proses yang dirancang untuk mengurangi jumlah ide produk baru yang dikerjakan paada saat yang sama. Selain itu juga analisis produk yaitu pembuatan perkiraan biaya dan ramalan penjual untuk memperoleh perkiraan tingkat probilitas dari ide-ide produk baru. Selain itu juga diadakan pengujian konsep adalah membawa sebuah ide produk kepada konsumen untuk menguji reaksi mereka. Dan juga komersialisasi adalah mempromosikan sebuah produk kepada para distributor dan peritel untuk mendistribusi luas dan mengembangkan iklan kampanye penjualanyang kuat untuk menimbulkan dan mempertahankan minat pada produk diantara distributor dan konsumen.

Daur hidup produk
adalah sebuah model teoritis dari apa yang terjadi pada penjualan dan laba untuk satu kelas produk seiring dengan berjalannya waktu. Tujuan penentuan harga antara lain:
1. Mencapai sasaran pengembalian atas investasi atau laba tertentu
2. Membangun arus lalu lintas produk
3. Mendapatkan pangsa pasar lebih besar
4. Menciptakan suatu citra
5. Mencapai tujuan sosial

Biaya sasaran adalah mrancang seatu produk sehingga hasilnya memuaskan pelanggan dan memenuhi marjin laba yang diinginkan perusahaan. Harga berdasarkan persaingan yaitu suatu strategi penentuan harga berdasarkan atas apa yang dilakukan pesaing-pesaing lainnya, harga berada pada, diatas, atau dibawah harga pesaing. Kepemimpinan Harga adalah prosedur melalui satu atau lebih perusahaan dominan menetapkan praktik penentuan harga yang diikuti semua pesaingnya dalam industri tersebut.
Analisis titik impas adalah proses yang digunakan untuk menentukan profitabilitas pada berbagai tingkatan penjualan. Biaya tetap total adalah seluruh biaya-biaya yang tetap sama berapapun banyaknya produk yang dijual atau dibuat. Biaya variabel adalah biaya yang berubah sesuai dengan jumlah produksi.

Strategi harga dibedakan menjadi beberapa macam yaitu :
1. Strategi harga skimming adalah strategi harga yang memberi harga tinggi pada produk harga produk baruuntuk menghasilkan laba optimal saat hanya ada sedikit persaingan.
2. Strategi penetrasi adalah strategi harga yang memberi harga rendah pada produk untuk menarik lebih banyak pelanggan dan menghalau pesaing.
3. Harga rendah setiap hari adalah menetapkan harga lebih rendah dari pesaing dan biasanya mengadakan obral.
4. Strategi harga tinggi adalah menentukan harga sehari-hari yang lebih tinggi dari toko-toko yang memakai EDLP, tetapi juga mengadakan obral dimana harga lebih rendah dari pesaing-pesaing.
5. Bundling adalah mengelompokkan dua atau lebih barang bersama-sama dan memberi harga barang-barang tersebut sebagai satu unit.
6. Harga psikologis adalah membeli harga barang dan jasa pada titik harga yang membuat produk tersebut tampak lebih murah dari yang sebenarnya

Pemasaran : Membangun Hubungan Pelanggan

Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsep, penetapan harga, promosi, serta distribusi barang dan jasa untuk memfasilitasi pertukaran yang memenuhi objektif individual dan organisasional. Di Amerika, pemasaran mengalami evolusi empat era, yaitu:
1.      Era Produksi. Filosofi bisnis pada umumnya adalah “Produksilah sebanyak mungkin karena ada pasar yang tidak terbatas”. Dengan kemampuan produksi yang terbatas dan banyaknya permintaan produk pada awal tahun 1900-an, filosofi seperti ini logis dan menguntungkan. Ada kebutuhan akan lebih banyak kapasitas yang produktif, sehingga tujuan bisnis berpusat pada produksi.
2.      Era Penjualan. Pada tahun 1920-an bisnis telah mengembangkan teknik produksi massa (misalnya, perakitan mobil), dan kapasitas produksi sering melebihi permintaan pasar langsung. Oleh karena itu, filosofi bisnis berubah dari penekanan produksi menjadi penekanan pada penjualan. Sebagian besar perusahaan menekankan penjualan dan pengiklanan dalam membujuk konsumen agar membeli produk yang sudah ada.
3.      Era Konsep Pemasaran. Bisnis mengakui kebutuhan untuk bersikap responsif terhadap konsumen apabila mereka ingin mendapatkan bisnis mereka. Maka dari itu, pada tahun 1950-an, muncul suatu filosofi bisnis yang disebut konsep pemasaran. Konsep pemasaran, yaitu:
A.     Orientasi pelanggan, yaitu menemukan apa yang diinginkan konsumen dan menyediakannya untuk mereka.
B.     Orientasi jasa, yaitu memastikan semua orang dalam organisasi mempunyai  tujuan yang sama: kepuasan pelanggan.
C.     Orientasi laba, yaitu fokus pada barang dan jasa yang akan menghasilkan laba terbanyak dan memungkinkan organisasi untuk bertahan dan melakukan perluasan untuk melayani lebih banyak kebutuhan konsumen.
D.     Era Hubungan Pelanggan. Ppada tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an, para manajer mengembangkan konsep pemasaran dengan menggunakan konsep manajemen hubungan pelanggan. Manajemen hubungan pelanggan (customer relationship management –CRM) adalah proses mempelajari sebanyak mungkin tentang pelanggan dan melakukan segala hal yang kita dapat lakukan untuk memuaskan keinginan mereka. Tujuannya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan menstimulasi kesetiaan pelanggan jangka panjang.
Prioritas seorang pemasar adalah menyenangkan para pelanggannya. Apa yang sebagian besar dilakukan oleh pemasaran, teringkas menjadi faktor empat P. Faktor-faktor itu adalah: 
1.      Produk (product)
2.      Harga (price)
3.      Tempat (place)
4.      Promosi (promotion)
Secara rincinya, seorang pemasar terlebih dahulu (1) merancang produk yang memuaskan keinginan pelanggan, (2) menentukan harga untuk produk tersebut, (3) menempatkan produk tersebut di tempat orang-orang yang akan membelinya, dan (4) mempromosikan produk tersebut. Keempat faktor ini disebut dengan bauran pemasaran. Jadi, bauran pemasaran adalah unsur-unsur yang menghasilkan program pemasaran: produk, harga, tempat, dan promosi.
1.      Merancang Produk untuk Memenuhi Kebutuhan
Merancang produk berkaitan dengan faktor empat P yang pertama, yaitu produk (product). Langkah yang pertama adalah melakukan penelitian terhadap kebutuhan konsumen dan menemukan pasar sasaran untuk produk yang kita buat. Kita bisa memulainya dengan mengembangkan satu atau banyak produk. Produk (product) adalah barang fisik, jasa, atau ide yang memuaskan keinginan atau kebutuhan plus apa pun yang akan meningkatkan produk di mata konsumen, seperti merek. Setelah kita memiliki produk, kita melakukan pengujian konsep, dengan cara mendefinisikan produk kita, atau menanyai orang secara pribadi atau online, apakah produk yang kita hasilkan tersebut menarik minat mereka atau tidak. Proses pengujian produk di antara pengguna potensial disebut dengan uji pemasaran (test marketing). Apabila mereka tertarik, kita bisa mendiskusikan nama merek apa yang tepat untuk produk kita. Nama merek (brand name) adalah kata, huruf, atau kelompok kata atau huruf yang membedakan barang dan jasa satu penjual dari barang dan jasa milik pesaing. Biasanya, nama yang menarik akan membuat konsumen tertarik untuk membeli produk kita. 
2.      Menentukan Harga yang Sesuai
Setelah kita memutuskan barang dan jasa apa yang ingin kita tawarkan kepada konsumen, kita harus menentukan harga yang sesuai. Besarnya harga bisa bergantung pada beberapa faktor. Contohnya, harga yang kita tawarkan hampir mirip dengan harga produk pesaing yang sejenis untuk tetap kompetitif. Bisa saja lebih rendah, atau lebih tinggi untuk konsumen yang memang rela membayar lebih untuk kualitas produk yang lebih baik dari yang lainnya. Kita juga harus mempertimbangkan biaya yang terlibat dalam proses produksi, distribusi, dan promosi produk yang kita hasilkan. Proses ini merupakan bagian P yang kedua, yaitu harga (price).
3. Membawa Produk ke Tempat yang Tepat
Hal lain yang tidak kalah penting agar dapat memasarkan produk kita adalah dengan membawa produk kita tersebut ke tempat yang tepat. Tepat disini berarti tempat yang memang potensial dimana produk kita akan laku terjual. Kita bisa membawa produk ke pasar, supermarket, atau toko-toko yang sesuai dengan produk kita. Tempat-tempat tersebut bisa menjadi perantara antara produsen dengan konsumen. Serangkaian proses ini merupakan P yang ketiga, yaitu tempat (place).
4.      Mengembangkan Strategi Promosi yang Efektif
The last but not least adalah melakukan promosi kepada konsumen, yang termasuk dalam P yang keempat, yaitu promosi (promotion). Promosi (promotion) adalah semua teknik yang digunakan penjual untuk memotivasi orang-orang membeli produk atau jasa mereka. Teknik-teknik ini meliputi periklanan, penjualan pribadi, hubungan masyarakat, ucapan publisitas, dan berbagai usaha promosi penjualan, seperti kupon, sampel potongan harga, dan transaksi potongan harga.
Langkah terakhir dalam proses pemasaran adalah membangun hubungan dengan pelanggan. Ini meliputi respons terhadap saran-saran dari konsumen yang dapat meningkatkan produk atau pemasarannya (termasuk harga dan kemasan). Pelanggan mungkin akan merekomendasikan supaya kita menyetok produk lain sejenis yang mungkin mereka sukai.  Mendengarkan pelanggan dan merespons kebutuhan mereka merupakan kunci pemasaran. Kita tidak harus memtuskan setiap produk yang kita jual, tetapi pelanggan akan memberi tahu yang mereka inginkan melalui apa yang mereka beli dan apa yang mereka minta. 
Proses penelitian pemasaran terdiri atas empat langkah:
1.      Mendefinisikan pertanyaan (masalah atau peluang) dan menentukan situasi saat ini
2.      Mengumpulkan data
3.      Menganalisis data penelitian
4.      Memilih solusi terbaik dan mengimplementasikannya
Seorang manajer pemasaran harus mengetahui lingkungan sekitar ketika membuat keputusan bauran pemasaran. Pemindaian lingkungan (environmental scanning) adalah proses pengidentifikasian faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pemasaran. Faktor-faktor itu mencakup faktor global, teknologi, sosiokultural, kompetitif, dan ekonomi. 
1.      Faktor Global.
Perubahan global yang paling pesat adalah internet. Jaman sekarang, orang semakin mudah berbisnis melalui internet. Melalui internet pula, para produsen bisa menjangkau banyak konsumen agar tertarik dengan produk mereka.
2.      Faktor Teknologi.
Perubahan teknologi yang paling penting juga melibatkan internet dan pertumbuhan basis data konsumen. Dengan menggunakan basis data konsumen, perusahaan dapat mengembangkan produk dan jasa yang sangat mendekati kebutuhan konsumen.
3.      Faktor Sosiokultural.
Pertumbuhan populasi dan demografi yang berubah-ubah juga dapat berpengaruh pada efek penjualan.  Untuk itu, para pemasar harus memonitor pertumbuhan-pertumbuhan tersebut agar dapat mempertahankan hubungan baik mereka dengan pelanggan.
4.      Faktor Kompetitif.
Para pemasar harus memperhatikan lingkungan persaingan kompetitif yang dinamis, agar dapat mengetahui perubahan-perubahan keinginan pada konsumen, terlebih melalui internet.
5. Faktor Ekonomi.
Pemasar juga harus memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat. Saat ekonomi melambat, pemasar harus menyesuaikan diri dengan menawarkan produk-produk yang tidak begitu mahal dan lebih disesuaikan dengan konsumen yang memiliki penghasilan sedang.
Pasar utama dalam bisnis terdiri dari dua jenis, yaitu pasar konsumen dan pasar bisnis ke bisnis (B2B). Pasar konsumen (consumer market) terdiri atas semua individu atau rumah tangga yang menginginkan barang dan jasa untuk konsumsi atau penggunaan pribadi dan memiliki sumber untuk membelinya. Sedangkan pasar bisnis ke bisnis (business to business [B2B] market) terdiri atas semua individu dan organisasi yang menginginkan barang dan jasa untuk penggunaan dalam memproduksi barang dan jasa lain atau untuk penjualan, penyewaan, atau pemasokan barang kepada orang lain. Contoh barang dan jasa B2B adalah mesin kasir, gurdi pengeboran minyak, meja kantor, audit akuntan public, dan piranti lunak bisnis. Biasanya barang dan jasa tersebut dikenal sebagai barang dan jasa industri karena digunakan dalam industri.
Dalam pasar konsumen, kita mengenal istilah pemasaran target. Pemasaran target (target marketing) adalah pemasaran yang ditujukan pada kelompok-kelompok (segmen-segmen pasar) yang diputuskan oleh organisasi dan dapat dilayani dengan menguntungkan. Sementara segmentasi pasar (market segmentation) adalah proses pembagian total pasar menjadi beberapa kelompok yang anggotanya memiliki karakteristik sama. Dengan kata lain, segmentasi bertujuan untuk membagi pasar menjadi unit-unit yang lebih kecil. Segmentasi bisa dibedakan menjadi beberapa dimensi utama, antara lain:
1.      Segmentasi Geografis, yaitu membagi pasar menurut daerah geografis (kota, kabupaten, negara bagian, wilayah, dan lain-lain).
2.      Segmentasi Demografis (demographic segmentation), yaitu membagi pasar menurut usia, pemasukan, dan tingkat pendidikan.
3.      Segmentasi Psikografis (psychographic segmentation), yaitu membagi pasar dengan menggunakan nilai-nilai, sikap, dan minat kelompok.
4.      Segmentasi manfaat (benefit segmentation), yaitu membagi pasar dengan menentukan manfaat produk yang akan dibicarakan.
5.      Segmentasi Volume atau Penggunaan (volume, or usage segmentation), yaitu membagi pasar menurut penggunaan (volume penggunaan).
Segmen pemasaran pasar juga ada yang lebih kecil, yaitu pemasaran pada ceruk dan pemasaran satu untuk satu. Pemasaran ceruk (niche marketing) adalah proses pencarian segmen pasar yang kecil, tapi menguntungkan dan merancang atau mencari produk untuknya. Sedangkan pemasaran satu untuk satu (one-to-one marketing) adalah mengembangkan bauran yang unik akan barang dan jasa untuk setiap pelanggan individual.
Dalam dunia produksi massa setelah Revolusi Industri, para pemasar merespons dengan mempraktikkan pemasaran massa. Pemasaran massa (mass marketing) adalah mengembangkan produk dan promosi untuk menyenangkan banyak orang. Pemasar massa berusaha untuk menjual produknya kepada sebanyak mungkin orang, yang bisa melalui media massa, seperti TV, radio, dan surat kabar. Pemasaran hubungan (relationship marketing) adalah strategi pemasaran yang memiliki tujuan memelihara pelanggan individual dengan menawari mereka produk yang memenuhi persyaratan mereka.
Proses pengambilan keputusan konsumen meliputi beberapa langkah, yakni:
1.      Pengenalan masalah
2.      Pencarian informasi
3.      Evaluasi alternatif
4.      Keputusan pembelian/atau tidak ada pembelian
5.      Evaluasi pascapembelian (ketidakcocokan kognitif). Ketidakcocokan kognitif adalah sejenis konflik psikologis yang dapat muncul setelah pembelian.
Pengambilan keputusan oleh konsumen ini juga dipengaruhi oleh faktor-faktor luar, yaitu:
1.      Pengaruh bauran pemasaran, yang meliputi produk, harga, tempat, dan promosi.
2.      Pengaruh sosiokultrural, yang meliputi kelompok referensi, keluarga, kelas sosial, kultur, subkultur. Kelompok referensi adalah kelompok yang digunakan oleh satu individu sebagai titik referensi dalam pembentukan keyakinan, sikap, nilai, atau perilakunya. Kultur adalah sekumpulan nilai, sikap, dan cara melakukan hal-hal yang disebarkan dari satu generasi ke generasi lain dalam masyarakat tertentu. Subkultur adalah skumpulan nilai, sikap, dan cara melakukan hal-hal yang berasal dari rasa menjadi anggota dari kelompok etnis, kelompok religious, atau kelompok yang lainnya.
3.      Pengaruh psikologis, yang meliputi persepsi, sikap, pembelajaran, dan motivasi. Pembelajaran melibatkan perubahan dalam perilaku individu yang berasal dari pengalaman dan informasi yang sebelumnya.
4.      Pengaruh situasional, yaitu tipe pembelian, keadaan sosial, keadaan fisik, dan pengalaman yang sebelumnya.
Setelah pasar konsumen, saya akan membahas tentang pasar bisnis ke bisnis (B2B). Pemasar bisnis ke bisnis (B2B) meliputi pemanufaktur, perantara seperti peritel, institusi (misalnya, rumah sakit, sekolah, dsb), dan pemerintah. Pasar B2B lebih besar daripada pasar konsumen karena barang-barang sering dijual dan dijual lagi beberapa kali dalam proses B2B sebelum barang tersebut dijual ke konsumen akhir. Ada beberapa faktor yang membuat pemasaran B2B berbeda, yaitu:
1.      Jumlah pelanggan dalam pasar B2B yang relatif sedikit
2.      Ukuran pelanggan bisnis relatif besar
3.      Pasar B2B cenderung terkonsentrasi secara geografis
4.      Pembeli bisnis pada umumnya dianggap lebih rasional (yang bertentangan dengan emosional) daripada konsumen akhir dalam seleksi barang dan jasa mereka.
5.      Penjualan B2B cenderung bersifat langsung, tetapi tidak selalu.
6.      Ada jauh lebih banyak penekanan pada penjualan pribadi di pasar B2B daripada di pasar konsumen.

Minggu, 04 November 2012

Artikel Tentang Memotivasi Karyawan dan Membangun Tim yang Mandiri

    Dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, tidak terlepas dari adanya sebuah kerja sama yang dilakukan oleh pribadi maupun kelompok guna mencapai sasaran yang diinginkan. Tanpa kerja sama, sebuah pekerjaan sulit diatasi atau membutuhkan waktu yang lama. Secara etika, kerja sama dapat memperingan pekerjaan yang berat. Maka jangan heran jika kita seringkali melihat, mendengar dan menemui adanya team work yang khusus menangani sebuah pekerjaan (proyek) di bidang apapun, baik di perusahaan, instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun di tempat lain. Biasanya team work ini mengedepankan prinsip kapabilitas, profesionalisme dan nuansa kebersamaan.Setiap individu harus diberikan kesempatan dan keleluasaan menumbuhkan kemampuannya sendiri, dan kemampuan itulah yang disatukan menjadi sebuah kekuatan tim dalam menjalankan peranannya. Sebaliknya, dalam mencapai puncak tertinggi dan keberhasilan tidak mungkin bisa dicapai hanya karena kerja keras seseorang saja. Bagaimanapun tinggi dan supernya kemampuan seorang pemimpin atau anggotanya, tetap saja ia membutuhkan bantuan dari yang lainnya, agar ia mampu mengerahkan segala potensi yang dimiliki tim semaksimal mungkin. Berarti, sebuah tim itu harus saling membutuhkan dan pergerakannya merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang ada di dalamnya.
    Membangun tim yang kuat tidaklah mudah, tapi juga tidak sesulit itu. Tergantung bagaimana tim itu digerakkan—tentu melalui sebuah seni menggerakkan tim. Dari berbagai catatan dan pengalaman kita, terdapat sebuah tim yang tidak mencapai sasaran. Bahkan, tidak sedikit tim mengalami konflik internal dan berakhir perpecahan. Guna mencapai tim yang ideal dimulai dari membangun sinergi dan manajemen tim. Langkah ini lebih efektif diterapkan dalam memperoleh tim yang kuat.

Artikel Tentang Memproduksi Barang dan Jasa Kelas Dunia

Bagi orang awam, yang dimaksud dengan kegiatan produksi adalah kegiatan untuk menghasilkan barang. Misalnya, kegiatan membuat kursi, membuat baju, atau merakit mobil. Pengertian tersebut sebenarnya tidak salah, hanya saja kurang lengkap. Selain menghasilkan barang atau jasa, kegiatan produksi juga harus menambah manfaat atau nilai guna suatu barang dan jasa. Dengan demikian, produksi adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang atau lembaga untuk menghasilkan atau menambah manfaat (nilai guna) suatu barang dan jasa. Orang atau lembaga yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen. Untuk mendapatkan definisi produksi yang lebih lengkap, hal-hal berikut perlu diperhatikan.
- Kegiatan produksi dilakukan oleh perusahaan.
- Tujuan perusahaan adalah untuk memperoleh laba.
- Perusahaan mengombinasikan seluruh sumber daya ekonomi untuk menghasilkan barang atau jasa.
- Barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Artikel Tentang Mengadaptasi Organisasi pada Pasar Sekarang

Berbagai uraian (strands) umum tentang teori organisasi menunjukan bahwa literatur tentang organisasi pembelajar lebih berfokus kepada pembahasan tentang situasi perubahan dan pengembangan (Doz and Prahalad, 1991). Adapun yang didiskusikan oleh teori organisasi pada umumnya adalah tentang lingkungan sekitar atau adaptasi organisasi. Uraian dalam literatur teori organisasi lasimnya dimulai dari perspektif yang statis dan secara empirik tidak bermaksud memberikan pemahaman bahwa organisasi dalam prosesnya bersifat pembelajar, berubah dan berkembang, kecuali walaupun tidak secara menyeluruh dibahas oleh para teoritisi institusional. Scott (1987), menyatakan proses pembelajaran tersebut terjadi karena dilakukannya proses penyesuaian institusional pada organisasi karena adanya tekanan lingkungan. Hal ini terjadi karena hanya penganut (schoolars) organisasi pembelajar yang melihat bahwa pada konteks organisasi, proses belajar dan berkembang merupakan sesuatu yang sifatnya sangat individual dan diperlukan dalam organisasi. Sedangkan pembahasan dalam teori lainnya menganggap proses belajar merupakan bagian organisasi tetapi tidak dibahas tuntas pada teori mereka.

Artikel Tentang Manajemen Kepemimpinan dan Pemberdayaan Karyawan

Model kepemimpinan yang berorientasi pada pemberdayaan, di mana karyawan diberi kebebasan berpikir dan bertindak, selama ini sering dianggap lebih efektif. Dibandingkan, dengan tipe kepemimpinan tradisional yang bersifat mengatur dan memerintah. Tapi, menurut sebuah tim peneliti di Amerika, pemberdayaan ternyata tidak selalu tepat.
Dalam situasi tertentu –yakni dalam situasi bisnis kewirausahaan yang berkembang pesat- kepemimpinan bergaya komando justru bisa lebih efektif. Demikian pendapat Dr. Keith M. Hmieleski dan Dr. Michael D. Ensley dari Neeley School of Business pada Texas Christian University.
“Gaya kepemimpinan yang bersifat memberi pemberdayaan apalagi tanpa monotoring dan kontrol yang konsisten dirasakan semakin tidak cocok dengan adanya petualangan-pertualangan baru dengan tim yang anggotanya beragam, dalam lingkungan-lingkungan yang dinamis,” kata Dr Hmieleski yang menjabat sebagai asisten profesor jurusan manajemen tersebut.
Hmieleski dan tim pendukungnya dari Rensselaer Polytechnic Institute di Troy, New York menjelaskan kenapa bisa demikian. Menurut mereka, hal itu karena orang dengan beragam latar belakang, pola pikir dan perilaku yang berbeda, membutuhkan waktu lama untuk mencapai konsensus atas tujuan bersama dalam lingkungan bisnis yang menghendaki aksi cepat, apalagi ada agenda-agenda pribadi untuk menonjolkan diri.